Wednesday, April 5, 2017

Bungker Anti Bencana Alam Dibangun di Kutub Utara



Sebuah tempat terpencil yang menyimpan semua dokumen sejarah dan budaya peradaban manusia dan juga sebuah perpustakaan untuk menghadapi hari kiamat telah didirikan di kutub utara Bumi.

Pigl perusahaan Norwegia yang baru-baru ini mengumumkan pembagunan World Artic Archive di sebuah gunung es Svalbard, Norwegia. Tempat penyimpanan yang menyimpan banyak dokumen secara digital itu ditujukan untuk menyimpan segala data penting dari kerusakan.

Ada jutaan halaman catatan, buku, surat-surat, dan barang penting lainnya dapat disimpan di World Artic Archive. Keberadaan tempat ini dikatakan resmi dibuka pada 27 Maret lalu.

Untuk menyimpan dokumen-dokumen penting tersebut,  arsip yang berbentuk fisik diubah ke dalam format digital melalui filem fotosensitif, jika dilihat tidak akan mungkin dimanipulasi.

Securty Kode ini kebal terhadap hacking, diibaratkan seperti mengukir sebuah batu, ucap Pendiri Pigql Rune Bjerkestrand.

Orang-orang yang ingin menyimpan dokumen di World Artic Archive yang berada di bawah tahan sekitar gunung es Svalbard in hanya bisa mengambil datanya dengan memintanya secara manual.

Teknologi yang dipakainya oleh Pigl juga diyakini dapat melestarikan semua dokumen setidaknya sampai 1.000 tahun, meski secara teknis hanya bisa bertahan jauh lebih lama lagi. World Artic Archive ini kelihatan luarnya sangat dingin, karena terletak di gunung es Svalbard, tetapi di dalam suhunya disesuaikan untuk menjaga kualitas dokumen.

Sebagai catatan, gununs es Svalbard berada dalam zona demiliterisasi, sehingga perpustakaan itu aman dari dari ancaman.

Lebih menariknya lagi, World Artic Archive ini berada di sebuah Vault Global Seed, sebuah tempat untuk menyimpan bibit tanaman dari seluruh dunia. Tujuannya juga sama seperti World Artic Archive, Vault Global Seed menyimpan semua bibi tanaman agar bisa bertahan jika terjadi bencana besar.

No comments:

Post a Comment